Sabtu, 12 Desember 2009
Labfor Gali Kubangan Meteor 70 Cm
"Karena lebih dari 70 sentimeter tanah sudah keras, sehingga tidak mungkin ada partikel yang menembus kedalaman tersebut," kata Kapolsek Gianyar AKP Ida Abgus Widanajati di areal persawahan Desa Sukawati, Gianyar, Bali, Kamis (3/1/2008).
Berdasarkan pengamatan di lapangan, petugas dari Labfor melakukan penelitian dengan seksama. Merka mengukur lebar dan kedalaman kubangan dengan berhati-hati. Pukul 12.30 Wita, penggalian dihentikan karena petugas merasa sudah cukup.
Diduga Bukan Meteor
Salah seorang warga, Made menduga, kubangan tersebut terjadi bukan disebabkan meteor, melainkan petir yang menyambar daerah persawahan.
"Karena di desa saya ada peristiwa serupa, namun diakibatkan petir," kata warga Batu Bulan, Gianyar, Bali ini.
Dia menambahkan, kalau hanya kilatan dan ledakan, kejadian di daerahnya juga mengalami peristiwa serupa. "Lubangnya karena petir mengenai tanah lunak, sehingga membentuk kubangan," paparnya.
(Dewi Umaryati/Sindo/kem)
Cahaya Meteor Gemini Tak Terlihat di Jakarta
Ferdinan - Okezone
Suasana malam di Jakarta (Wicak/farm4.static.flickr.com)
JAKARTA - Rasa penasaran untuk menyaksikan cahaya meteor Gemini kandas. Meski langit Jakarta hanya ditutupi sedikit awan, pemandangan menarik yang diprediksi bisa terlihat dini hari ini tak kunjung muncul.
Dari balik jendela ruang redaksi okezone.com di lantai 4 Gedung High End, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, okezone menyempatkan diri melihat sejenak ke atas langit. Hingga pukul 02.00 WIB, cahaya meteor yang berasal dari sebuah asteroid Phaeton itu tak nampak. Di langit hanya tampak sejumlah bintang.
Peneliti Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Bandung Sri Kaloka Prabotosari mengatakan cahaya meteor dapat dilihat dengan mata telanjang bila cuaca cerah dan tak terhalang awan . "Lebih terlihat jelas kalau menggunakan teropong," kata Sri kepada okezone, Sabtu malam (12/12/2009).
Dia mengatakan cahaya meteor ini berasal dari serpihan debu komet yang masuk ke atmosfir bumi. "Saat bumi melewati tempat tertentu ada meteor yang berjatuhan dan pecah ketika masuk ke atmosfir bumi," ujarnya.
Sementara, peneliti lainnya yakni Thomas Djamaluddin mengatakan puncak hujan meteor Gemini ini akan terjadi pada 14 Desember mendatang. Untuk melihatnya Anda harus mengarahkan pandangan ke arah timur laut pada posisi rasi bintang Gemini. (frd) (hri)
